Rabu, 16 Desember 2015

Obat Cacing buat kucing

OBAT CACING BUAT KUCING

Drontal Cat: Pembasmi Segala Cacing Pada Kucing
Beberapa waktu yang lalu, kucing saya yang masih kecil (umurnya sekitar 2 bulanan) memuntahkan cacing hidup dari dalam perutnya. Cacing berukuran sekitar 5 cm, berwarna putih, dan kurus seperti lidi keluar begitu saja dari mulut si kucing. Segera saja saya amankan si kucing lalu mencari informasi di internet mengenai permasalahan yang dihadapi oleh kucing saya. Tak dinyana, ternyata saya mendapatkan banyak sekali informasi dan pengalaman yang mirip dengan yang saya alami. Dari semua info yang ada, akhirnya saya mendapat satu kesimpulan, kucing saya cacingan. Whewww..

Saya tidak tahu mengapa kucing saya bisa cacingan. Padahal, kucing saya tidak pernah sekalipun saya biarkan berkeliaran di luar rumah, makanan yang saya berikan juga gak kotor, dan tempat kotorannya pun selalu saya bersihkan (wah, majikan teladan yah :D hehe). Nah, dari informasi yang saya dapatkan, meskipun dijaga kebersihannya, kucing bisa saja tertular cacing (wah cacingan ternyata menular juga yah :D) dari air susu ibunya atau dari pinjal/kutu kucing. Hmm.. ternyata begitu. Dan untuk mengatasinya, kucing harus segera diberikan obat cacing. Obat cacing itu sendiri terbagi 2 ada Combantrin dan Drontal Cat (demi keperluan informasi, saya sebut merek saja yah :D). Combantrin yang mengandung bahan pyrantel hanya bisa membasmi cacing gelang saja, sedangkan Drontal Cat yang mengandung bahan Pyrantel dan Prazyquantel dapat membasmi cacing gelang sekaligus cacing pita pada kucing. Combantrin biasanya diberikan pada kucing yang masih belia, misalnya 1-2 bulan, sedangkan untuk kucing sudah berumur 3 bulan sudah bisa diberikan obat Drontal Cat. Kucing yang belum berumur 3 bulan, belum bisa diberikan Drontal Cat. Begitulah informasi yang saya dapat. Hmm,, masa iya sih gak boleh dikasih. Dasar saya nya yang emang bandel, jadilah saya beli saja Drontal Cat, meskipun kucing saya baru berumur 2 bulanan. Pikir saya waktu itu, kalau diberikan sesuai aturan pakai mungkin tidak apa-apa.

Segera saja saya ke Pet Shop yang ada di Pengayoman (saya lupa nama Pet Shopnya apa) dan membeli Drontal Cat. Alhamdulillah, di Pet Shop tersebut tersedia Drontal Cat dosis 1 tablet/10 Kg BB kucing. Eh tapi, saya bingung juga waktu beli obat Drontal Cat itu, soalnya perasaan Drontal Cat yang saya baca di internet dosis nya 1 tablet/4Kg BB. Lama mikir, akhirnya saya memutuskan membelinya saja dan akan memikirkannya kembali di rumah. Oh ya, harga Drontal Cat per tablet itu sekitar Rp. 12.000,-. Kalau beli cukup satu tablet saja, karena drontal cat yang diberikan pada anak kucing hanya seper berapa dari tablet dan diberikan tiap 2 minggu sekali.

Sesampainya di rumah, segera saya ambil cutter untuk memotong obat Drontal Cat. Saya potong sekitar 1/20 tablet, ini saya kira-kira saja, karena dosis awalnya 1 tablet/10 Kg BB, saya anggap berat anak kucing saya sekitar 500 gr,  itu artinya, untuk anak kucing yang beratnya 1 Kg dikasih 1/10 Drontal Cat, sedang yang beratnya 500 gr diperkecil lagi menjadi 1/20 nya. Saya lalu mengambil sendok, mencairkan obat Drontal Cat lalu meminumkannya pada kucing saya. Awalnya si kucing mencak-mencak setelah saya beri Drontal Cat, mungkin karena rasanya yang pahit sekali. Tapi, setelah itu, kucing saya yang tadinya lemes, udah lari-lari lagi di kamar saya. Saya coba ambil si kucing dan memeriksa keadaannya (hoho obsesi dokter hewan), badannya terasa agak sedikit hangat dan jantungnya berdetak lumayan kencang. Wah, saya takut juga waktu itu, pikir saya, saya udah salah kasih obat cacing untuk kucing saya. Tapi akhirnya, saya memutuskan untuk mengamati keadaan si kucing sampai beberapa saat kemudian. Selang beberapa jam, kucing saya lemas lagi, perutnya yang kemarin buncit, rasa-rasanya semakin membesar. Saya mulai benar-benar merasa takut, saya takut terjadi apa-apa dengan si kucing gara-gara eksperimen saya yang tanpa konsultasi di dokter hewan dulu. Malamnya sekitar jam 9 kucing saya mengeluarkan cacing (yang kelihatannya sudah mati) di pupnya, banyak sekali dan panjang-panjang (maaf ya kata-katanya terlalu jujur). Segera setelah si kucing pup, saya bersihkan kembali tempat buang kotorannya dan menggantinya dengan yang baru, takutnya nanti kalau tidak dibersihkan si kucing bakal tertular lagi. Saya hitung-hitung, sekitar 9 jam obat itu bereaksi di tubuh si kucing. Lumayan lama juga, tapi asli ampuh! 

Alhamdulillah, sampai sekarang kucing saya yang cacingan sudah ceria kembali. Udah lari kesana-kemari,perutnya yang buncit sudah berangsur-angsur normal. Nafsu makannya juga tinggi. Saya sangat bersyukur kucing saya yang cacingan sudah sehat kembali. Akhir kata, saya hanya ingin merekomendasikan kepada anda obat Drontal Cat yang memang benar-benar ampuh untuk mengusir cacing jahat pada kucing. Saya tidak bermaksud untuk promosi, tapi sekedar merekomendasikan obat cacing yang bagus untuk kucing anda. Oh ya, sekedar informasi, Drontal Cat ini saya berikan juga kepada dua kucing saya yang sehat. Ya meskipun sehat, tapi tidak berarti bebas cacing kan? Dan sampai sekarang, ketiga kucing saya semuanya sehat sekarang. Nafsu makan juga lumayan dan tidak ada lagi kucing saya yang diare. Alhamdulillah.

Cara mengawinkan kucing

CARA MENGAWINKAN KUCING

Jika kucing pada masa birahi atau memasuki musim kawin, ini menjadi tugas kamu yang memiliki kucing Persia untuk mengawinkan kucing Persia kamu itu. Mengawinkan kucing Persia itu ada caranya sendiri, apa lagi untuk mengawinkan kucing Persia yang bukan milik kita. Untuk kamu yang berencana untuk menjodohkan kucing Persia kamu dengan kucing Persia milik temen kamu, atau kucing yang bukan milik kamu. Ada caranya loh.

Gimana sih cara mengawinkan kucing Persia?

1. Perkenalkan kucing Persia kamu dengan pasangannya
Untuk pertama kali kamu harus mengenalkan dulu kucing kamu dengan kucing yang ingin mengawinkan atau dikawinkan dengan kucing kamu. Pisahkan dengan 2 kandang yang berbeda, letakan bersampingan selama 3 hari. Biasanya pada awalnya mereka akan saling mencium untuk berkenalan dan reaksi pertamanya mereka akan marah menunjukan rasa ingin berkelahi.
2. Jadikan dalam satu kandang
Setelah beberapa hari, biasanya 3 harian dan jika sudah menunjukan si kucing tidak terlihat tegang dan tidak menunjukan ingin berkelahi, baru kamu bisa menempatkan mereka berdua di dalam satu kandang yang cukup besar.
3. Ditempatkan dalam ruangan yang layak
Jika di kandang, tempatkan kedua kucing tersebut pada tempat yang cukup besar. Misalnya kandang dengan ukuran panjang 180 CM, itu cukup leluasa untuk kucing. Atau kamu juga bisa menempatkan mereka di sebuah ruangan atau kamar. Tapi di kamar tersebut hanya ada 2 kucing itu saja yang mau dikawinkan yah.
4. Musim kawin
Jangan melupakan musim kawin kucing, karena jika bukan musim kawin kucing dan kamu berusaha untuk mengawinkan kucing kamu, tentu ini belum tentu berhasil. Jika ingin mengawinkan kucing kamu, kucing kamu itu harus birahi. Baik untuk kucing jantan maupun betina.
Dan itu dia sedikit informasi cara mengawinkan kucing Persia. Semua itu ada caranya dan harus dilakukan secara sabar dan telaten. Semoga informasi ini menambah wawasan dan informasi kamu untuk kamu yang ingin mengawinkan kucingnya yah. Jangan lupa untuk baca informasi dan tips lainnya mengenai kucing.
Pengen tau mengenai obat cacing pada kucing dan cara pemberian klik DISINI

Cara Memandikan Kucing

CARA MEMANDIKAN KUCING

Disini saya akan menjelaskan bagaimana cara memandikan kucing yang baik dan benar serta aman untuk kucing tercinta kita supaya bersih dan sehat, baik itu mandi dengan samphoo obat seperti shampoo anti bakteri, anti kutu maupun anti jamur.

Berhubung salon kucing untuk tarif mandi biasa, mandi kutu dan juga mandi jamur memang mahal dan tidak murah, untuk itu saya akan memberikan tips nya. ok sebelumnya pertama-tama kita siapkan dulu peralatan dan bahannya.

Alat & Bahan yang digunakan

1. Air dingin/air hangat
2. Handuk dengan bahan yang halus (kalo saya sendiri memakai kanebo)
3. Sikat sisir yang lembut
4. Shampoo
5. Pengering rambut blower/hairdryer


Cara memandikan

Khusus untuk mandi anti jamur atau bakteri, sebaiknya pertama kita harus periksa terlebih dahulu bagian-bagian yang terserang jamur, karena bagian tersebut harus terkena sampo dan sikat pada saat kita mandikan. jamur atau kutu biasanya banyak menyerang pada bagian ketiak, dagu, pangkal paha, pangkal ekor, untuk scabies biasanya pada sekitar telinga.

Basahi semua pada tubuh kucing dengan air, khusus untuk kitten sebaiknya menggunakan air hangat. pastikan tubuh kucing basah merata sampai ke kulitnya, karena tidak akan efektif jika shampo pengobatan tidak mencapai kulit.

Shampoin hingga merata kesuluruh tubuh dengan cara dipijat-pijat, supaya shampo dapat meresap hingga ke akar bulu. setelah shampo merata lalu sikat hingga bersih. dan perlu kita ingat jangan sampai shampo mengenai bagian wajah (hidung dan mata). selesai memberikan shampo maka tunggu beberapa menit 5-10 menit supaya lebih efektif membersihkan dan menuntaskan jamur maupun kutu.

setelah 5-10 menit lalu bilas tubuh kucing dengan air usahakan bilasnya sampai bersih. setelah itu keringkan kucing dengan handuk/kanebo kemudian pakailah pengering blower/hairdryer supaya tubuh kucing benar-benar kering sambil disisirin supaya menghilangkan atau mengangkat bulu-bulu yang sudah mati dan mempercepat pengeringan bulu rambut kucing.

Yang terakhir pastikan bulu benar-benar kering hingga sampai kulit, karena jika bulu kucing masih basah akan menimbulkan kelembapan yang cocok untuk tumbuhnya bakteri maupun jamur.
Baca juga artikel tentang cara mengawinkan kucing

Cara Merawat Kucing

Cara Merawat Kucing

     Cara Merawat(Memelihara) Kucing yang Baik :

I. Cara Perawatan Kucing Yang Baru Sampai Dirumah

Pertama kali kucing sampai dirumah, kucing akan mengalami boleh dikatakan sebagai masa linglung. Biasanya akan menunjukkan perilaku yang tidak normalnya, akibat dari pergantian lingkungan ke lingkungan yang baru yaitu, rumah anda. Kucing perlu beradaptasi lagi dengan lingkungannya untuk terbiasa. Bebereapa kemngkinan yang bisa terjadi ketika kucing baru sampai dirumah :

1. kurang PD (Percaya Diri) atau stress untuk sementara
2. Nafsu makannya berkurang
3. Suka bersembunyi, seperti ketakutan gitu..
4. Bila didekati, menjauh
5. Akan berontak apabila dipegang
6. dll.

Namun anda tidak perlu khwatir, karena kucing termasuk hewan yang mudah beradaptasi, sehingga mudah untuk angora mengatasi hal tersebut. Dan hal-hal diatas normal-normal saja terjadi pada hewan baru. Untuk membantu kucing beradaptasi, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, yaitu :

1. Tempatkan kucing anda pada kandang yang aman dan lokasi yang nyaman
2. Usahakan makanan dan minuman selalu tersedia didalam kandang.
3. Sediakan dalam kandang pasir khusus kucing, yang ditempatkan dalam kotak.
4. Berikan kasih sayang pada kucing dan penuh kelembutan, serta seringlah lakukan interaksi yang penuh dengan kelembutan dengan hewan kesayangan anda tersebut.

Catatan : untuk pakan, lebih baik jangan diganti terlebih dahulu. Atau bisa juga memberikan makanan yang diberikan pada tempat sebelumnya. Diharapkan dengan mengikuti langka-langkah diatas, dapat membantu kucing untuk beradapatasi dengan lingkungannya yang baru.

II. Perlengkapan Kucing

Perlengkapan dapat berfungsi sebagai penunjang dalam perwatan kucing anggora untuk lebih baik, dan juga sebagai hiasan untuk mempercatik kandang. Berikut beberpa perlengkapan tersebut, antara lain :

1. Kandang, hendaklah kandang tersebut dapat membuat kucing merasa aman dan nyaman untuk mengekspresikan perilaku alaminya. Tidak harus yang mahal, jika yang murah lebih baik mengapa ngga? Tapi jika anda ingin yang mahal juga boleh, tetapi prinsip keamanan da kenyamanannya harus anda perhatikan. Jika anda tidak mau mengeluarkan biaya yang terlalu banyak untuk kandang, anda dapat membuatnya sendiri. Untuk mebuat kandang kucing sendiri, silahkan baca artikel terdahulu mengenai “Panduan Cara Membuat Kandang Kucing Keren Sendiri”
2. Tempat makanan kucing, sudah banyak tersedia di Petshop. Jika and pengen hemat dapat juga menggunakan mangkok.
3. Tempat minum
4. Kotak Pasir dan Pasir khusus kucing
5. Ayakan, berfungsi untuk memisahkan kotoran kucing dan pasir. Sehingga suasana kandang tetap bersih dan hemat.

III. Cara Mengganti Makanan Kucing

Dalam masa adaptasi, artinya kucing tersebut baru anda adopsi. Sebaiknya jangan mengganti merek makanan terlebih dahulu, maksudnya gunakan makanan yang diberikan pada tempat lama pada kucing tersebu untuk beberapa hari. Berikut tata cara mengganti makanan kucing dari yang lama ke yang baru :
1. 1-2 hari campuran makanan 30% makanan baru, 70% makanan lama
2. 3-5 hari campuran makanan 50% makanan baru, 50% makanan lama
3. 6-7 hari campuran makanan 70% makanan baru, 30% makanan lama
4. 7 hari keatas, baru berikan 100% makanan baru.Jika kucing tidak mengalami gangguan seperti mencret dan muntah, maka pemberian makanan baru dapat dilanjutkan.


IV. Cara Menyimpan Makanan Kucing

Cara penyimpanan pakan yang baik dapat mempertahankan kualitas pakan dalam jangka waktu yang lama. Kesalahan dalam penyimpanan pakan, dapat menyebabkan kualitas kucing yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan kucing. Berikut beberapa tindakan yang dapat mengurasngi atau mengatasi kerusakan pada pakan tersebut:
1. Tempat penyimpanan usahakan selalu kering, karena kondisi lembab memicu pertumbuahan dan perkembangan jamur maupun bakteri yang bersifat patogen yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan kucing apabila mengkonsumsinya.
2. Usahakantempat penyimpanan selalu bersih dan tertutup. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi oleh mikroorganisme yang bisa merusak kualitas pakan, baik secara fisik maupun kadar nutrisinya.
3. Hindari menyimpan pakan dari kontak matahari langsung. Untuk mencegah terjadinya reaksi yang tidak diinginkan pada pakan yang menimbulkan kerusakan pada pakan.
4. Kalau bisa simpan makanan kucing tersebut dalam kulkas khusus, jangan campurkan juga dengan makanan kita. Menyimpan makanan kucing dalam kuclkas dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga dapat membantu keawetan makanan dan menjaga kualitas nutrisinya.

V. Cara Memandikan Kucing

Memandikan kucing, mungkin termasuk hal yang membosankan bagi beberapa pencinta kucing. Namun tindakan tersebut kontribusinya terhadap kesehatan amatlah besar, karena memndikan kucing bisa membunuh bakteri, jamur maupun agen parasit yang melekat pada permukaan tubuh kucing.Namun jangan pula memandikan kucing terlalu sering, 2 minggu sekali sudah cukup untuk membersihkan kucing. Mandikanlah kucing pada yang baik yaitu antara pukul 9.00-15.00. Jangan lakukan pada suhu yang dingin misalnya pada pagi hari atau pada kondisi sedang hujan. Untuk langkah-langkah dan lebih mendalamnya, silahkan baca artikel sebelumnya mengenai “Panduan Cara Memandikan Kucing Secara Profesional”VI. Masalah Penyakit Pada Kucing Untuk masalah penyakit pada anggora, tidak semua gangguan kesehatannya mengharuskan anda untuk membawanya kedokter hewan, kecuali untuk penyakit-penyakit tertentu yang tidak mungkin untuk anda atasi. Penyakit yang mungkin bisa atasi sendiri misalnya kutuan, jamuran dan penyakit parasit lainnya yang belum tergolong parah. 
Anda dapat mengatasi penyakit tersebut dengan menggunakan produk-produk yang efektif untuk penyakit tersebut, biasanya sudah banyak tersedia di PetShop. Dengan mengatasi sendiri, anda dapat menghematbiaya perawatan anggora. Dan juga, seringlah berkonsultasi kepada senior atau Dokter Hewan untuk menambah wawasan anda dalam memelihara kucing anggora.

VII. Jadwal Pemberian Obat Cacing

Pemberian obat cacing dapat dilakukan 2 sampai 4 kali dalam setahun, namun kucing yang sering bermain diluar rumah sebaiknya pemberinnya lebih sering. Namun sebagai langkah aman, sebaiknya konsultasikan kepada dokter hewan, karena kesalahan dalam pembaerian obat cacing dapat beresiko terhadap kucing.

VIII. Jadwal Rutin Merawat Kucing

1. Pagi dan Sore (setiap hari) : memberi makan dan minum
2. Pagi dan Sore (setiap hari) : membersihakan kotoran kucing

3. Memandikan kucing : Sekali 2 minggu

4. Grooming kesalon : sekali sebulan

5. Pencucian kandang : sekali seminggu

IX. Mencuci Kandang dan Perlengkapan

Mencuci kandang dan perlengkapan merupakan suatu tindakan yang dapat menghindarkan kucing dari berbagai seragan agen penyakit, mejaga kebersihan kucing dan lingkungan, menghindari bau yang tidak sedap dll. Kotoran yang sudah lama tidak dibuang dapat menghasilkan ammonia dalam kandang, tingginya kadar ammonia dalam kandang dapat mengganggu pernafasan kucing.
Sebaiknya selalulah perhatikan kebersihan kucing dan kandangnya agar kucing tetap sehat sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat melaju secara normal. Langkah yang dapat anda lakukan adalah pertama, bersihkan terlebih dahulu kandang dan perlegkapannya, kemudian cuci dan jemur dibawah terik matahari. Jika sudah dirasa kering, semprotlah kandan dan peralatan tadi dengan menggunakan larutan desinfektan untuk memastikan kesterilan kandang dan perlengkapan tadi. Pastikan kucing tidak berada dalam kandang, saat anda memlakukan perbersihan maupun pencucian.
 
Terimakasih telah membaca "Panduan Lengkap Cara Merawat (Memelihara) Kucing Anggora yang Baik", semoga bermanfaat. Tolong bantu like untuk membantu perkembangan blog ini. Silahkan ajak juga sahabat kita yang lain untuk berkunjung ke blog ini, terimakasih.

Baca juga artikel tentang Jenis kucing

Pustaka :

http://artikelkedokteranhewan.blogspot.com/2014/02/panduan-lengkap-cara-merawat-kucing-persia-dengan-baik.html

http://www.fauzionline.com/2012/08/tips-cara-merawat-kucing-anggora.html

Rabu, 02 Desember 2015

Mengenal Jenis Kucing

MENGENAL DAN MERAWAT KUCING

Jenis-Jenis kucing di indonesia

Di kalangan remaja baik wanita maupun laki-laki memiliki hobbi yang sama yaitu memelihara Kucing .Di Indonesia banyak sekali jenis-jenis kucing Indonesia antara lain :

1.Kucing Persia

Kucing ras ini merupakan yang paling dikenal oleh orang Indonesia, termasuk yang awam terhadap ras kucing pun akan bisa menyebutkan nama "Persia" sebagai salah satu jenis kucing berbulu panjang. Bukti lainnya adalah banyaknya kucing ras ini yang diperjual-belikan, entah itu di petshop atau online shop. Dan yang paling jelas sebagai bukti adalah, beberapa breeder menyebut kucing Persia sebagai kucing populer nomer satu di Indonesia disusul kucing Exotic.

2.Kucing Exotic
Mungkin bagi orang awam, nama kucing Exotic tidak begitu familiar. Bahkan lebih familiar kucing Anggora dari pada jenis kucing ini. Namun pada kenyataannya, kebanyakan Cattery justru mengembangbiakkan kucing Exotic bersamaan dengan kucing Persia. Karena kucing Exotic adalah versi bulu pendek dari kucing persia.

3.Kucing Anggora
Banyak orang yang salah menyebut kucing persia sebagai kucing Anggora, begitu juga sebaliknya menyebut anggora sebagai persia. Ini jelas membuktikan kalau nama "Anggora" sudah melekat di hati dan pikiran orang-orang di negeri ini, termasuk yang awam. So, saya rasa kucing Anggora menjadi salah satu dari 3 ras kucing paling dikenal di Indonesia. Untuk mengenal lebih jauh tentang kucing ini anda bisa membacanya di

4.Kucing Maine Coon
Kucing jenis ini diduga merupakan hasil persilangan antara kucing Angora yang dibawa ke Amerika oleh para pedagang Inggris dengan kucing hutan Norwegia yang dibawa oleh bangsa Viking. Dugaan ini diambil karena ciri ciri kucing Maine Coon yang terlihat mirip dengan kucing hutan Norwegia.
Cattery-cattery di indonesia sekarang sudah banyak mengembangkan kucing jenis maine coon sebagai bisnisnya karena harga kucing ini sangat tinggi dan mulai banyak berkembang di indonesia.

5.Kucing Himalaya
merupakan ras kucing berbulu panjang yang terlihat sangat identik dengan kucing Persia kecuali warna bola matanya yang biru dan pewarnaan bulunya. Waktu saya jalan - jalan ke Pasar hewan beberapa hari yang lalu saja, saya sempat terkecoh dengan penampilan kucing Himalayan ini.
Pola warnanya terlihat sangat mirip dengan kucing Siam dengan dominasi warna putih dan abu-abu pada bagian wajah dan cakar. Namun kucing ini juga memiliki bulu lebat yang khas kucing Persia. Usut punya usut ternyata kucing ini memang hasil persilangan antara kucing Persia dengan kucing Siam.

6.Kucing Bengal
Jenis ini merupakan hasil persilangan dari kucing American Shorthair dengan Asian leopard cat (ALC) atau mungkin kita lebih sering menyebutnya Blacan. Sebelumnya saya juga sempat bingung kenapa kucing ini memiliki penampilan yang sangat mirip dengan Blacan yang saya punya. Ternyata memang kucing Bengal merupakan keturunan dari Blacan juga.
Kucing ini merupakan keturunan ketiga dari program persilangan yang dilakukan. Sehingga Bengal mendapatkan perawakan yang liar dengan badan berotot, dan pola tutul mirip macan tutul dari Blacan dan darah kucing domestik yang mengalir di tubuhnya membuat sifatnya menjadi jauh lebih jinak dari ALC.

7.Kucing Kampung
Nah kalau jenis kucing yang satu ini mah, sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Kucing jenis ini bahkan tidak hanya banyak yang dipelihara, tetapi juga banyak yang ditelantarkan. ^_^.
Tapi sebenarnya Kucing jenis ini kalau di latih dengan baik dan benar bisa jadi kucing yang pintar dan Penurut.

http://kucinggue.blogspot.co.id/2013/01/jenis-jenis-kucing-paling-populer-di.html